Menyikapi dan Melewati Kesulitan

23.51 bs 0 Comments

Pdt. Bigman Sirait

REFORMATA - DAN supaya aku jangan meninggikan diri karena pernyataan-pernyataan yang luar biasa itu, maka aku diberi suatu duri dalam dagingku, … …(2 Kor 12: 7-10). Apa yang dikatakan Paulus dalam ayat-ayat di atas, berlawanan dengan semangat jaman ini, di mana manusia menginginkan hanya kenikmatan. Yang dimaksud Paulus tentang “duri” adalah menyangkut kesakitan, kesukaran, penderitaan, dan itu digambarkannya di ayat 10. Bisa jadi ini berbentuk penyakit, atau hal-hal yang terus datang di dalam dirinya secara rutin, dan sangat menyedihkan. Sementara anak rohaninya sendiri, Timotius, pun mengalami hal yang sama. Timotius mengalami gangguan pencernaan (maag), dan Paulus berkata supaya Timotius jangan hanya meminum air tetapi menambahkan sedikit sari anggur. Apa yang dibicarakan Paulus, sangat luar biasa, yakni kesadaran menerima apa yang Tuhan kerjakan, kesadaran menerima pembentukan oleh Tuhan. Ini hebat sekali. Paulus mempunyai karunia-karunia luar biasa, penglihatan-penglihatan yang sangat hebat, yang melengkapi dia dalam pelayanannya. Tetapi Paulus bukan tipe orang yang bisa membuat mukjizat. Tapi ia juga sangat luar biasa dalam pengajaran dengan logika yang kuat. Dia
bahkan mampu mengungkapkan kebenaran itu di hadapan para ahli bicara Yunani di Athena. Dia mampu bicara kepada mereka yang kacau ajarannya dan mencoba meluruskannya. Ini sangat luar biasa.
Paulus menyikapi duri dalam tubuhnya bukan dengan kecewa, marah. Padahal dia sudah tiga kali memohon kepada Tuhan supaya itu dicabut, tetapi Tuhan berkata, “Tidak, cukuplah kasih karunia-Ku bagimu”. Tiga kali dia memohon, tidak juga dikabulkan Tuhan. Di sini, kita mungkin punya pemikiran, apakah Paulus ini seorang yang hina, tidak layak mendapat kasih karunia dari Tuhan? Apa Paulus ini seorang berdosa, terkutuk, yang tidak layak diberkati? Nanti dulu. Saya tidak berani mengatakan apa pun tentang rasul ini. Banyak hal luar biasa diperbuatnya. Bayangkan apa yang dikatakannya, “Ada pun hidupku ini bukan aku lagi melainkan Kristus yang hidup dalam aku”. Luar biasa!

Melakukan kebenaran
Sering kita mengatakan bahwa anak-anak Tuhan, kalau sakit itu tidak memuliakan Tuhan. Anak-anak Tuhan, kalau menderita, itu penghinaan. Anak-anak Tuhan itu, kalau tidak jago, tidak hebat, itu tidak memuliakan Tuhan. Anak-anak Tuhan, kalau sakit, itu tidak boleh menjadi kesaksian. Bacalah seluruh isi Alkitab, dari Perjanjian Lama sampai Perjanjian Baru, tidak akan pernah ditemukan kalimat dan prinsip seperti di atas. Tetapi, Alkitab jelas mengatakan: Yang memalukan Tuhan itu adalah orang yang tidak melakukan kebenaran. Tidak memuliakan Tuhan adalah tidak melakukan kebenaran. Orang yang menghina Tuhan, adalah orang yang tidak melakukan kebenaran. read more