Pernikahan yang Sepadan

01.57 bs 0 Comments

117Kons Teologi.jpg
Pdt. Bigman SiraitBapak Pengasuh yang kami hormati, setelah mengikuti Penelaahan Alkitab (PA) dengan sangat seru tentang seks dan pernikahan, kami masuk pada topik “sepadan”. Berikut ini beberapa pertanyaan, semoga Bapak dapat menolong kami menjawabnya:
1. Apakah benar konteks sepadan di Kejadian 2, itu secara fisik?
2. Apakah kata sepadan itu harus disamakan secara intelektual, kehidupan sosial, seperti tafsiran yang berkembang sekarang ini?
3. Apakah benar sepadan itu lebih berkaitan dengan pilihan seseorang?
4. Apakah pilihan itu boleh berarti memilih sesuai keinginan, meskipun melampaui kebenaran kolektif yang berkembang? Seperti memilih pasangan yang sejenis?
Met
Jakarta
PERTANYAAN yang menggelitik, khususnya di konteks kekinian. Met, yang dikasihi Tuhan, mari kita lihat konsep dan tujuan penciptaan, khususnya ketika Tuhan mencipta manusia. Tuhan menciptakan manusia dari tidak ada menjadi ada (ex-nihilo). Di sini kedaulatan Tuhan atas penciptan bersifat total dan final. Dengan membaca Kejadian 1 dan 2, maka kita mene-mukan tujuan penciptaan adalah agar manusia sebagai ciptaan men-jalankan apa yang diperintahkan Tuhan, dan jangan melakukan apa yang dilarang Tuhan. Secara sederhana bisa dikatakan manusia diciptakan untuk memuliakan Tuhan, dengan melakukan segala ketetapan Tuhan.

Nah, penciptan manusia sangat menarik. Konsepnya sangat jelas, yaitu Tuhan menciptakan manusia (bentuk yang dipakai singular, Kejadian 1: 26), diciptakan Tuhan-lah manusia itu, laki-laki dan pe-rempuan (plural, Kejadian 1: 27). Dengan segera kita dapat mema-hami bahwa Alkitab mengajarkan, manusia itu cuma satu, hanya jenis kelaminnya dua yaitu laki-laki dan perempuan. Dalam perbedaan kelamin, manusia itu sama dan sehakekat, sekalipun memiliki pe-ran yang berbeda. Jadi perbedaan jenis kelamin bukanlah perbedaan hakekat, melainkan perbedaan peran.
baca selengkapnya,..