ADA banyak kesalahpahaman tentang kehidupan, khususnya tentang akhir jaman. Melihat penderitaan demi penderitaan, perang demi perang, orang-orang lalu menafsirkan kalau Tuhan akan datang. Mari kita melihat sedikit demi sedikit, perlahan demi perlahan. Bagian ini memang merupakan suatu apo-kaliptis, wahyu, nubuatan. Tetapi persoalan apa ini mesti diperhatikan baik-baik. Sebetulnya kalimat ini diberikan Tuhan mengawali ayat 5 dan 6 (dalam Lukas 21) tentang keruntuhan Bait Allah yang akan dihancurkan pemerintahan Roma.
Tetapi ini bukan akhir jaman dalam pengertian Ia akan datang kembali. Dia sendiri berkata bahwa kedatangannya tidak ada seorang pun yang mengetahui. Tetapi gereja selalu mau cari tahu lalu bicara kapan dan kapan, menghabiskan waktu, tetapi tidak punya waktu untuk menghitung berapa orang lapar yang mesti dikasih makan, hanya menghitung berapa lama lagi Yesus mau datang. Saya kira banyak gereja terperangkap membuang waktu dan tidak punya lagi waktu mengerjakan yang sejati dari yang Tuhan mau.
Nah, karena itu kita harus memperhatikan seluruh ungkapan, perkataan yang ada dalam Akitab mulai dari Perjanjian Lama sampai Perjanjian Baru, adalah merupakan peringatan, hukuman, tetapi
ADA banyak kesalahpahaman tentang kehidupan, khususnya tentang akhir jaman. Melihat penderitaan demi penderitaan, perang demi perang, orang-orang lalu menafsirkan kalau Tuhan akan datang. Mari kita melihat sedikit demi sedikit, perlahan demi perlahan. Bagian ini memang merupakan suatu apo-kaliptis, wahyu, nubuatan. Tetapi persoalan apa ini mesti diperhatikan baik-baik. Sebetulnya kalimat ini diberikan Tuhan mengawali ayat 5 dan 6 (dalam Lukas 21) tentang keruntuhan Bait Allah yang akan dihancurkan pemerintahan Roma.
Tetapi ini bukan akhir jaman dalam pengertian Ia akan datang kembali. Dia sendiri berkata bahwa kedatangannya tidak ada seorang pun yang mengetahui. Tetapi gereja selalu mau cari tahu lalu bicara kapan dan kapan, menghabiskan waktu, tetapi tidak punya waktu untuk menghitung berapa orang lapar yang mesti dikasih makan, hanya menghitung berapa lama lagi Yesus mau datang. Saya kira banyak gereja terperangkap membuang waktu dan tidak punya lagi waktu mengerjakan yang sejati dari yang Tuhan mau.
Nah, karena itu kita harus memperhatikan seluruh ungkapan, perkataan yang ada dalam Akitab mulai dari Perjanjian Lama sampai Perjanjian Baru, adalah merupakan peringatan, hukuman, tetapi sekaligus juga merupakan pengharapan yang Tuhan akan kerjakan di tengah kesulitan Maka yang penting bagi kita bukan kapan akhir jaman itu. Itu tidak terlalu penting tetapi bagaimana sikap hati kita menyikapi kedatangan Tuhan. Karena itu jangan repotkan dirimu untuk berbicara mengenai apa yang akan terjadi, tetapi repotkan dirimu untuk menjadikan sesuatu terjadi seperti yang Tuhan mau.
Dalam ayat 9 Dia menegaskan: “Dan apabila kamu mendengar tentang peperangan dan pem-berontakan janganlah terkejut…” Jadi, ketika kita menyikapi akhir jaman dengan perasaan takut, itu aneh luar biasa, berarti saudara tidak mengerti Tuhan. Ketika Alkitab bilang “jangan terkejut”, maka di sini kita terus belajar. Apa yang terjadi di depan lupakan, tetapi apa yang kita lakukan, itu yang perlu kita remind, konsen dan perhatikan. Jadi jangan terkejut apa pun yang terjadi. Jangan bereaksi, tetapi beraksi. Itu dua hal yang berbeda. Bereaksi, kita hanya bergerak kalau dunia bergerak. Tetapi beraksi, kita bergerak meng-gerakkan dunia. Jangan kita kasih makan orang karena banyak orang kelaparan, tetapi pikirkan sesuatu bagaimana supaya orang tidak lapar. Jadi kita tidak digiring oleh persoalan dunia, tetapi menggiring untuk membereskan persoalan dunia. Dan itu tidak sederhana.
Dan kesalahpahaman itu terus terjadi hingga kini. Karena sikap banyak orang tentang akhir jaman menjadi sangat menyedihkan membuat kita mirip orang yang tidak mengenal Tuhan dan tidak beriman sungguh. Orang-orang ketakutan menghadapi akhir jaman, sampai ada yang senewen meninggalkan pekerjaan bahkan ada yang meninggalkan suami dan anak-anak dengan dalih Yesus mau datang. Lipat tangan dan berdoa. Kalau seperti ini, rendah sekali keberimanan kita.
baca selanjutnya..