Ketika Gereja pun Perlu Dijungkirbalikkan
mengenang keluarnya mereka dari Mesir menuju Tanah Perjanjian. Pada perayaan Paskah orang Israel mempersembahkan korban khusus, korban bakaran untuk memuliakan Tuhan. Itu sebabnya pada even-even seperti itu halaman Bait Allah penuh dengan pedagang domba, merpati, dan sebagainya, bahkan penukar uang.
Mengapa mereka ada di situ, dan mengapa Yesus marah kepada mereka? Mari kita lihat bagaimana terjadi praktek-praktek mengerikan di halaman Bait Allah. Yang pertama, kenapa ada pedagang hewan? Karena umat sangat butuh itu untuk persembahan. Tetapi kenapa Yesus marah? Bukankah keberadaan mereka mempermudah umat? Memang dalam satu segi hal itu mempermudah, tetapi Yesus marah, karena pertama, mereka menghabiskan halaman bait, yang mestinya jadi tempat orang, malah menjadi tempat domba-domba.
Tetapi yang kedua, ada praktek jual-beli yang tidak baik. Setiap hewan yang dijual di halaman Bait Allah sudah dijamin “lulus” untuk dipersembahkan. Namun Yesus marah karena hewan yang dijual di halaman Bait Allah harganya lebih mahal. Hewan yang dibeli dari pasar belum tentu “lulus” oleh para imam untuk dipersembahkan. Sehingga tanpa sadar umat pun digiring dan dipaksa untuk membeli hewan di halaman Bait Allah. Artinya, praktek bisnis gelap di dalam bait Allah sudah ada waktu itu, sebab bukan tidak mungkin ada kolusi antara pedagang dan para imam. Pedagang di halaman Bait Allah itu sudah dikenali para imam.
Orang-orang Kristen sering tampak bodoh jika menyangkut hal-hal yang rohani. Dalam kaitan dengan hewan-hewan di halaman Bait Allah, orang-orang kaya pun tidak ada masalah untuk membeli, meski mahal. Jadi yang paling diuntungkan dalam hal ini adalah orang-orang kaya, yang tidak mau repot-repot secara rohani. Dia mau gampang saja dalam beribadah. Dia tidak lagi mau memperhatikan ada yang salah dan perlu dikoreksi. Padahal orang kaya sebetulnya punya potensi untuk mengoreksi kesalahan gereja, atau praktek para imam pada waktu itu, mengingat orang kaya pasti punya pengaruh. Tetapi justru mereka malah terlibat kolusi dengan para imam.
Kenapa banyak penukar uang di sana? Karena banyak Yahudi diaspora. Waktu perayaan Paskah mereka datang dari berbagai penjuru dunia untuk berkumpul di Bait Allah. Uang dari berbagai negeri pun dipertukarkan di sana, namun kursnya dipermainkan karena tingginya kebutuhan.

