Orang Suka Memberi, Biasanya Bahagia

23.19 bs 0 Comments

Pdt. Bigman Sirait

ALASAN memberi, pertama, karena itu perintah Tuhan. Hal ini sudah diatur dalam Perjanjian Lama (PL) sampai Perjanjian Baru (PB), sehingga muncul berbagai hal yang memberikan indikasi yang sangat kental supaya kita memberi. Kedua,

karena kita sudah menerima apapun dari Tuhan, apa yang kita punya adalah milik Tuhan. Itu sebab kita harus memberi. Sehingga istilah “diberi untuk memberi, diberkati untuk memberkati”, ini sangat penting. Jadi, kita memberi bukan supaya menerima dari Tuhan. Alasan ketiga, karena memang harta atau uang yang kita miliki itu diberikan Tuhan untuk memuliakan nama-Nya. Alasan keempat, demi harta sorgawi. Di Alkitab ada tertulis bahwa harta yang kita simpan di dunia, akan dimakan ngengat, tetapi jika disimpan di surga, harta itu abadi.

Memberi tidak sama dengan masuk surga. Tapi karena Tuhan sudah memberi, maka kita memberi, dan dengan memberi terbukti bahwa kita memang milik surga. Maka jangan berhitung dengan uang persembahan, sebab harta atau uang datang dari Dia, maka harus dikembalikan pada Dia untuk kemuliaan nama-Nya. Jadi, alasan-alasan untuk memberi harus dipahami dalam empat prinsip di atas. Kita memberi karena memang Tuhan yang memerintahkan, bukan suka-suka kita.

Sekarang kita membahas tujuan memberi: 1) Untuk rumah Tuhan, supaya pelayanan itu berjalan. Tuhan marah kepada orang Israel yang setelah pulang dari pembuangan anteng-anteng saja. Waktu mereka habis untuk memikirkan diri sendiri. Tuhan marah karena rumah-Nya dibiarkan kosong. Tuhan tidak mau rumah-Nya diabaikan. 2) Untuk hamba Tuhan, supaya ada kesejahteraan. Tetapi kesejahteraan tidak sama dengan bertumpuk harta dan kelimpahan. Pendeta perlu punya mobil untuk pelayanan, rumah yang layak, dana untuk menyekolahkan anak. Jadi, hamba Tuhan tidak dianjurkan untuk berlebih-lebihan. Kekayaan itu mestinya karena banyak memberi, bukan karena memiliki banyak. 3) Supaya ada keseimbangan. Yang kaya tidak terlalu kaya, yang miskin tidak terlalu miskin.

Sementara, syarat-syarat memberi adalah: Pertama, dengan rasa syukur mengingat berkat Tuhan. Ingat, waktu kita memberi, itu karena kita sudah menerima. Maka memberi adalah sebuah kehormatan. Adanya rasa syukur, maka kita memberi. Kedua, memberi dengan sukarela. Karena ada kesadaran diri, maka kita memberi, dan kita melakukan itu karena relasi dengan Tuhan. Kita mestinya merasa gelisah kalau tidak memberi. Itu sebab kita harus memberi dengan penuh kerelaan untuk mewujudkan rasa syukur. Yang ketiga, jangan memberi karena paksaan. Jangan memberi hanya karena termakan retorika pengkhotbah.

BACA SELENGKAPNYA