Penginjil Harus Mengalami Pertobatan

23.26 bs 0 Comments

Pendeta Bigman sirait:

DALAM Injil Yohanes 4 dikisahkan tentang dialog Yesus dengan seorang perempuan Samaria. Perempuan ini hidup sangat tercela, berpindah-pindah dari satu pria ke pria lain. Tetapi pertemuannya dengan Yesus mengubah seluruh wawasan hidupnya. Ia menemukan kesejatian dari Yesus yang berkata, “Akulah Mesias, yang sedang berkata-kata dengan engkau”.

Pertemuan yang sangat pribadi itu mengubah seluruh wawasan perempuan itu, mengakibatkan dia bukan wanita asusila lagi, tetapi beragama. Asusila artinya tidak punya susila, agama artinya tidak kacau. Perubahan atau lompatan ini sangat luar biasa, dan terjadi dalam sebuah pertemuan/dialog. Ini bisa terjadi karena Kristus punya kuasa yang melintasi kemampuan dan ketidakmampuan manusia. Kristus menyatakan kuasa-Nya membuat si perempuan itu mengenal dan bergantung pada Dia sepenuhnya. Ia menjadi orang percaya, berubah dari orang berdosa menjadi orang benar.

Sebelumnya dikatakan bagaimana Yesus memberikan prinsip baru kepada perempuan Samaria itu. “Selama ini engkau menyembah kepada allah yang tidak kau kenal”. Orang-orang Samaria memang jatuh ke dalam penyembahan berhala, dan itu membutakan mereka, membawa mereka kepada penyembahan yang salah. Mereka mengerti kisah tentang Juru Selamat, tetapi sudah campur aduk dengan keberhalaan.

Yesus memulai dengan kalimat yang luar biasa: “Mengenal Allah yang benar adalah mengenal Dia dalam roh dan kebenaran”. Artinya, Allah itu roh, bukan fisik (benda). Jadi tidak perlu ke gunung mencari Allah. Allah itu roh, kita tak mungkin menjamah atau membuat-Nya menjadi satu wujud yang kepadanya kita menyembah. Dan kebenaran adalah Allah, firman hidup itu, firman yang membenarkan. Maka kebenaran, yaitu firman, berhubungan dengan Dia. Memahami Dia, memahami kebenaran. Dan kebenaran itu adalah Yesus yang berkata, “Akulah jalan, kebenaran dan hidup…”

Pertemuan perempuan Samaria dengan Kristus membawa dia menemukan Allah sejati, Allah yang roh itu. Kita harus menyembah Dia dalam roh dan kebenaran. Dan sekarang Mesias itu ada di depan dia. Karena itu, dia mengalami perubahan yang sangat dahsyat. Sesudah pertemuan yang mengubah hidupnya itu, wanita Samaria itu kembali ke kampungnya, bercerita kepada semua orang tentang apa yang sudah dikerjakan Yesus baginya. Yesus membuka seluruh aib dan dosanya. Dia tak lagi mampu bersembunyi. Kristus tahu seluruh perilaku dan dosa-dosanya. Padahal baru pertama kali itu dia bertemu Kristus. Kuasa Kristus membukakan matanya bahwa dia berhadapan dengan Mesias, anak Allah. Berkat kesaksian perempuan itu, orang Samaria banyak yang jadi percaya.

Kuasa Kristus telah mengubah ketakutan menjadi keberanian yang luar biasa. Wanita yang malu karena hidup sebagai sampah masyarakat, mendadak jadi wanita berani dan luar biasa menyuarakan kebenaran itu. Dia menjelajah kampung, memberitakan tentang apa yang Yesus kerjakan, yakni pengampunan dosa. Satu kampung itu menemui Yesus, mendengar kata-kata-Nya, dan bertobat. Wanita Samaria itu bukan rasul. Dia penginjil yang mengalami pertobatan. Ia bukan calo yang menyuarakan kebenaran tetapi ia sendiri dalam posisi yang tidak benar.

BACA SELENGKAPNYA