Rajin Ibadah, tapi Dosa Tak Berkurang
MEMAHAMI kekudusan Allah menjadi satu bagian yang penting, supaya kita mendapatkan keutuhan pemahaman karena bagaimanapun orang sering kali salah mengerti Allah. Orang hanya mampu menyorot Allah yang kudus, tetapi melupakan Allah yang kasih.
Ada pula orang yang melihat Allah yang kasih, tetapi melupakan Allah yang kudus. Allah kasih sekaligus kudus. Allah kudus, sekaligus kasih. Tuhan Allah adalah kudus yang tidak bercampur dengan dosa, yang tidak merancang dosa, dan pasti tidak berdosa. Dia Allah yang terpisah dari dosa, yang tidak bisa melihat dosa. Ia Allah yang kudus, tidak mungkin berdosa. Sehingga jatuhnya manusia ke dalam dosa adalah tanggung jawab manusia.
Maka, Tuhan Allah yang kudus itu tidak merancang dosa. Karena itu jangan pernah beranggapan dosa itu ciptaan Tuhan. Manusia diciptakan dalam potensi netral: bisa taat perintah Allah, bisa melanggar. Namun manusia mengambil posisi melanggar. Padahal perintah sangat jelas dan sangat mudah dilakukan, hanya taat saja. Tetapi manusia tidak mampu tunduk kepada Allah yang menciptakannya. Allah yang kudus dikhianati, dikudeta manusia dengan dosa yang diperbuatnya.
Kudus ialah sifat Allah yang membuat-Nya tidak bisa berkompromi dengan dosa apa pun, sekecil apa pun. Mana bisa manusia menghadap Allah yang mahasuci dengan dosa, sekalipun itu kecil sekali. Allah memang mengampuni orang berdosa, tetapi Ia menghukum dosa. Siapa yang berdosa, ada pengampunan. Tetapi jangan lupa, Allah murka terhadap dosa. Jangan mempermainkan Allah dalam pengakuan dosa. Banyak orang mengaku dosa dengan kemunafikan. Dosa yang pertama belum beres sudah ditambah lagi dengan dosa yang kedua, yaitu pura-pura minta ampun dosa.
Banyak orang beribadah, tidak berkurang dosanya, tetapi malah bertambah, karena berbagai kebohongan. Sementara Allah yang dihadapi itu kudus, yang mengetahui kebengkokan hati manusia, dan harus berduka karena perilaku kita. Ibadah mau mengaku dosa, tetapi bukan terampuni tetapi bertambah. Kenapa? Karena kita mengaku dosa pun ternyata bermain-main dengan dosa. Kekudusan Allah menuntut manusia harus hidup kudus. Dia kudus maka kita harus kudus. Dan kekudusan yang kita terima hanya mungkin ditebus di dalam darah Yesus Kristus. Dan Dia sudah melakukan itu. Karena itu periksa diri, bergantunglah kepada Tuhan Yesus. Bersyukurlah karena Dia menebus dosa. Ia tidak akan pernah kagum dengan aktivitas keagamaan sehebat apa pun. Karena Dia hanya akan menyorot orang-orang yang kudus, sama seperti Dia kudus.

