adi Korban Mutilasi, Mengerikan?

10.09 bs 0 Comments

Bersama:Pdt.Bigman Sirait

Bapak Pengasuh yang kami hormati. Bapak tentu prihatin dengan kasus mutilasi yang semakin marak di kota-kota besar. Bagaimana kita harus menyikapinya dalam iman Kristen? Apa sebenarnya motif di balik mutilasi ini? Apakah mungkin pelaku kehilangan rasa takut akan Tuhan? Atau memang ini juga bukti kalau dia tidak mengakui adanya Tuhan yang mengawasi hidupnya?

Bagaimana dengan korban mutilasi? Dalam hal ini apakah dia memang sudah ditetapkan Allah untuk meninggal dengan cara dipenggal-penggal? Bagaimana menolong orang percaya, untuk tidak menjadi orang yang penuh dengan ketakutan setelah mengetahui semakin banyaknya peristiwa mutilasi? Dalam hal ini tidak was-was dalam beraktivitas. Terimakasih untuk jawaban Bapak Pendeta.

Dudi

Kramat Lontar Jakarta

Dudi yang dikasihi Tuhan, kasus mutilasi memang sangat menggelitik akal sehat dan nurani kita, khususnya sebagai orang percaya. Mutilasi, yaitu tindakan memotong-motong korban menjadi beberapa bagian memang menciptakan aroma sadisme yang kental. Namun jangan lupa kasus mutilasi selalu ada di setiap jaman. Ingat Jack “The Ripper” di Inggris? Bukan hanya mutilasi, bahkan ada juga kanibalisme, alias memotong dan memakan korbannya.

Lalu bagaimana dengan peristiwa semacam itu dalam Alkitab? Contoh kematian yang mengerikan dalam Alkitab ternyata tidak sedikit, namun dalam konteks yang berbeda. Kematian yang mengerikan ini disebabkan karena kebebalan hati dan dosa manusia yang mendatangkan murka Allah. Dalam jumlah, lihatlah kematian karena air bah di jaman Nuh. Segala yang bernapas, yang ada di muka bumi, yang tidak naik ke dalam bahtera Nuh, baik manusia maupun hewan, semuanya mati tanpa sisa (Kejadian 7). Lalu, kematian yang tak kalah mengerikan, yaitu kematian di Sodom dan Gomora, di mana semua makhluk hidup mati karena api yang diturunkan Allah dari surga (Kejadian 19:1-25).

Cobalah pikirkan kematian massal karena banjir 150 hari, dan air bah yang tak terhentikan, dan kematian massal karena api yang tak terpadamkan. Mayat bergelimpangan dalam keadaan yang mengerikan. Begitu pula dalam perjalanan umat Israel dari Mesir menuju tanah perjanjian, kebebalan mereka menimbulkan murka Allah, dan puluhan ribu orang binasa karena ditelan bumi, dipagut ular, kena tulah dari Allah (Bilangan 14:29-32, 16:1-49, 21:5-6, 25:1-18). Lalu dalam kisah para raja Israel, ada kematian yang mengenaskan dan hina bagi mereka sebagai raja. Kematian ini dikarenakan raja yang tegar tengkuk dan tidak taat kepada Allah.

Sekali lagi perhatikan, kematian-kematian ini mengerikan, tapi dalam konteks Allah menghukum manusia yang bebal. Namun di sisi lain ada juga kematian yang mengerikan, namun dalam kerangka menegakkan kebenaran Allah. Lihatlah Nabi Yesaya yang mati digergaji, rasul yang rata-rata mati syahid (dibacok, disalibkan terbalik, dipenjara, dibunuh, dll). Bahkan, untuk menebus dosa manusia, Yesus Kristus mati tersalib di Bukit Golgota.

...BACA SELANJUTNYA