Kristus Datang, Kita Berjalan dalam Kepastian

22.54 bs 0 Comments

ALLAH yang kekal, yang kita sembah, adalah Allah yang melintasi garis, bidang, ruang, dan waktu. Bagi orang percaya, iman itu dimensi yang tidak bisa diukur, karena sangat luar biasa, melintasi segala sesuatu. Allah melewati semuanya. Allah tidak dikurung atau dibatasi oleh garis. Allah tidak terbatas oleh bidang, dan Allah tidak dikurung oleh ruang dan tidak dikuasai oleh waktu yang berputar.

Sementara kita, manusia, dibatasi oleh garis maupun bidang. Sehingga kita terkotak-kotak, terkurung dalam satu ruang, tidak bisa ada di satu tempat, lalu ada di tempat lain pada saat yang bersamaan. Kita dibatasi ruang dan waktu. Itu membuat kita secara hakekat berbeda dengan Allah yang tidak dibatasi oleh garis, bidang, ruang maupun waktu. Maka Allah yang kekal itu sering kali sulit kita mengerti.

Tetapi manusia tidak tahu diri. Karena tidak bisa mengerti Allah, justru Allah yang disalahkan. Maka sering tanpa sadar kita memaksakan supaya Allah bisa dimengerti berdasarkan pikiran kita. Waktu Allah bisa dimengerti, barulah kita berkata, “Ini Allah”. Sebaliknya, ketika Allah tidak bisa kita mengerti, kita marah-marah. Padahal untuk bisa memahami Allah, kita tidak perlu marah-marah tetapi duduk diam mendengarkan suara Allah, supaya kita bisa mengerti.

Allah tidak termakan oleh jaman. Jaman boleh berganti, dari pramodern--modern--post-modern. Yang dulu modern, suatu saat menjadi usang. Manusia menjadi tua dan mati. Tetapi Allah tidak termakan oleh jaman itu. Allah tidak akan menjadi tua oleh perjalanan waktu. Karena Dia Allah yang kekal, tidak termakan jaman, sehingga kehadiran-Nya selalu up to date di sepanjang jaman. Maka tidak heran jika Alkitab juga up to date sepanjang jaman. Yang tidak up to date adalah bagaimana orang Kristen memahaminya atau mengerti. Sering kali kita menjadi cupet, dikurung oleh pengertian-pengertian yang salah, sehingga orang-orang mencemooh, seakan-akan Alkitab itu buku kuno. Padahal Alkitab luar biasa hebat, dahsyat. Pengertian kitalah yang seringkali menjadi kacau karena malas mendalami, menggali dan menemukan mutiara di dalam Alkitab.

Kemudian, Allah yang kekal adalah Allah yang menguasai sejarah. Tidak ada suatu sejarah yang lewat kalau bukan karena Dia. Maka Dialah yang memulai sejarah, yang membuka sejarah, menciptakan sejarah. Allah yang kekal itulah pusat kehidupan setiap orang percaya. Allah menjadi pusat pengharapan kita. Pengharapan kita bukan dunia dan ipteknya yang luar biasa, tetapi penghidupan yang Allah berikan. Karena Dia yang memberi dan memelihara hidup, lalu apa yang kita takutkan? Kita boleh takut jika tidak ada yang menjamin hidup. Tetapi Allah yang kekal, pusat pengharapan penghidupan ada bersama kita, menuntun, membimbing dan mengarahkan kita pada satu kehidupan yang sesuai kehendak-Nya, dan pengharapan kehidupan itu dapat dipertanggungjawabkan karena Dia kekal. Dia tahu hidup masa lampau, masa kini, masa depan, semua ada di tangan-Nya.

BACA SELENGKAPNYA