Manusia, Semakin Hari Semakin Jahat
KALI ini kita akan membicarakan tentang waktu dan kejahatan. Seperti apa Alkitab membicarakan waktu dan perspektif jahat itu. Mengapa dunia tidak semakin baik, padahal semua orang berharap agar dunia ini makin hari makin baik?
Perspektif waktu harus kita lihat dari berbagai sudut. Perspektif waktu harus kita pikirkan supaya kita tidak terperangkap di dalam hidup dan mengalami kekecewaan yang berlarut-larut, yang akhirnya di tengah kesempatan mengalami kesukaan, justru kita mendapat kedukaan. Itu tidak boleh terjadi, karena di tengah kedukaan, justru kita harus mampu menangkap kesukaan, bukan sebaliknya.
Efesus 5: 15-17 berkata: “Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat. Sebab itu janganlah kamu bodoh, tetapi usahakanlah supaya kamu mengerti kehendak Tuhan”.
Lalu dalam kitab Kejadian 6: 5 tertulis: “Ketika dilihat Tuhan bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata…”.
Sementara dalam kitab Wahyu 9: 20-21 digambarkan bagaimana manusia semakin hari semakin jahat, bukan semakin baik.
Maka, ada fakta bahwa sejak kejatuhan manusia ke dalam dosa (dari Kejadian 3), maka kualitas hidup manusia terus menurun, bukan semakin meningkat. Kualitas hidup manusia semakin memburuk, bukannya semakin membaik. Dari waktu ke waktu manusia digulung di dalam seluruh kehidupan, sehingga kita terus melihat bagaimana dosa bertumbuh dan berkembang.
Dulu dosa sudah ada. Sekarang pun ada, tetapi cara memainkan dosa itu semakin mengerikan. Dulu, di dalam nilai-nilai, dosa itu memang dosa, dan manusia yang melanggar nilai-nilai itu dianggap telah melakukan dosa. Di masa kini, dosa itu bisa disebut bukan dosa, malah sebuah kebenaran. Ini namanya relativisme. Maka semakin hari, cara berpikir, dan cara menempatkan dosa itu semakin mengerikan. Sekarang orang sudah berani melawan Tuhan. Dan waktu dia melawan Tuhan dia justru merasa benar. Maka saat ini perjuangan orang Kristen makin berat. Tetapi kita harus berjuang karena Tuhan memanggil kita seperti domba di tengah serigala, dan jangan pernah takut.
Sekarang kita akan memikirkan waktu dan kejahatan di dalam realita hidup itu seperti apa? Yang pertama, hari-hari ini adalah hari-hari yang jahat. Itu kata Paulus kepada jemaat Efesus. Karena itu, masih kata Paulus, gunakanlah waktumu sebaik-baiknya karena hari-hari ini adalah jahat.

