Tanggung Jawab Kita kepada Tuhan

22.36 bs 0 Comments

Bersama Pdt. Bigman Sirait

SEBAGAI seorang Kristen,tanggungjawab kita pertama-tema adalah kepada Tuhan yang telah menciptakan dan menebus kita dari dosa, serta memelihara hidup kita. Hubungan vertikal ini sekaligus merupakan satu sumber kemampuan manusia untuk bertanggung jawab kepada dirinya sendiri, kepada saudara seiman dan sesama manusia. Tanpa pertanggungjawaban kepada Allah, maka kita tidak akan mungkin bertanggung jawab kepada diri sendiri dan kepada sesama manusia.

Dalam Kitab Keluaran 20: 2 Tuhan berkata “Akulah TUHAN, Allahmu yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan”. Kemudian pada ayat 3 sampai 17 Tuhan menyampaikan kesepuluh hukum Taurat. Istilah TUHAN Allah, yang dalam bahasa Ibrani adalah Yehova Elohim, memiliki beberapa makna. Pertama adalah membicarakan otoritas Allah atas kehidupan moral manusia, bagaimana manusia seharusnya hidup. Allah berotoritas penuh atas kehidupan moral manusia. Sebagai Allah—dalam konteks ini—DIA membebaskan orang Israel dari perbudakan di Mesir.

Makna yang kedua, membicarakan tentang ketetapan Allah atas hubungannya dengan manusia. Manusia adalah ciptaan yang sudah dibebaskan-Nya. Sebagai orang yang sudah dibebaskan, dimerdekakan, manusia bertanggung ja-wab penuh kepada Allah, dan harus menjalankan segala ketetap-an dari Allah. Yang ketiga, kete-tapan-ketetapan ini bersifat mutlak dan harus ditaati, tidak bisa digang-gu gugat. Jadi di sini, pengertian “TUHAN Allahmu” punya makna mendalam, yakni bagaimana Allah membicarakan tentang otoritas-nya, tentang ketetapan-ketetapannya, yang harus ditaati oleh manusia.