Sabar dalam Kesesakan
Pdt. Bigman Sirait
STEVEN Covey, dalam bukunya berjudul“Seven Habits” menulis bahwa seseorang tidak akan produktif tanpa motivasi kuat
Nah, keberadaan Yesus seharusnya menimbulkan gairah agar kita proaktif—dalam pengertian rajin melakukan firman. Kristus yang hidup dalam kita, yang sudah menebus kita, menjadi modal bagi kita untuk proaktif. Itulah yang seharusnya menyala-nyala dan berkobar dalam wujud api kasih sayang, api cinta, sehingga sesuai dengan ucapan Roma 12: 11, “Janganlah hendaknya kerajinan-mu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala, dan layanilah Tuhan”. Dan yang bisa membuatnya menyala-nyala adalah ketika kita mempunyai persekutuan pribadi dengan DIA.
Karena itu kita harus konsumtif terhadap kehidupan pribadi dengan Tuhan, sehingga pengalaman demi pengalaman bersama DIA, bisa membuat roh menyala-nyala. Oleh karena itu, hubungan pribadi yang intim dengan Tuhan, harus terus ditumbuhkembangkan. Itu akan membawa kita pada kemampuan ekstra untuk melayani Tuhan. Ingat, kesadaran akan cinta kasih yang hidup dalam batin, dan pengalaman-pengalaman hidup sebagai aktualisasi dari pengalaman dikasihi Tuhan, itu menjadi api kerajinan kita yang akan menyala-nyala. Kita tak bisa proaktif atau rajin luar biasa kalau kasih tidak menyala dalam hidup kita. Karena itu orang Kristen tidak bisa sekadar menjadi rajin saja, melainkan harus konsumtif, bahkan rakus pada firman. Orang-orang yang hanya sekadar rajin mudah digerogoti oleh suatu kondisi yang disebut dengan rutinitas. Si “rutinitas” ini bisa menjebak, memerangkap masuk dalam pelayanan.
BACA SELANJUTNYA
